LPPM UPS TEGAL GELAR PEMBEKALAN KKN

  • Tuesday, Jul 03 2018

Tegal – Lembaga Pengabdian dan Penelitian bagi Masyarakat (LPPM) Universitas Pancasakti Tegal mengadakan pembekalan peserta KKN Tahun 2018. KKN pada tahun ini berbeda dengan sebelumnya, dimana pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Pancasakti Tegal pada tahun ini mengusung tema menguatkan Ideologi Pancasila pada masyarakat. Pada KKN Pos Daya Sakti kali ini peserta KKN menyusun program kegiatan yang mencangkup enam pilar diantaranya Kesehatan, Ekonomi, Pendidikan, Lingkungan, Kearifan Lokal, dan Penguatan Ideologi Pancasila bagi Masyarakat. Sedangkan pada tahun sebelumnya hanya program kegiatan mencangkup empat pilar diantaranya kesehatan, pendidikan, ekonomi, dan lingkungan.

 

Dra. Mursyidah DH, S.H., M.H. selaku ketua panitia KKN menyampaikan program KKN disesuaikan dengan potensi dan permasalahan pembangunan yang dimiliki setiap kecamatan.“Tim KKN akan merumuskan program kegiatan, bersama perwakilan wilayah masing-masing kabupaten/kota sesuai apa yang dibutuhkan,” katanya, kemarin.Pelaksanaan KKN kali ini akan menjadi bahan evaluasi bagi pihak UPS Tegal untuk merumuskan kurikulum pendidikan yang aplikatif di masyarakat. Tema-tema KKN yang nantinya ditetapkan untuk masing-masing wilayah akan menjadi tema tetap sehingga dapat dilanjutkan oleh peserta KKN berikutnya. Diharapkan terjadi sinergi antara riset dan pengabdian. “Pemerintah kabupaten/Kota mendapat manfaat dengan kehadiran mahasiswa KKN dan mahasiswa memperoleh ilmu,” ucapnya. Peserta KKN yang akan diterjunkan pada Senin 16 Juli 2018 sebanyak 1.264 mahasiswa, dengan jumlah sebaran dialokasikan pada 4 Wilayah yaitu Kota Tegal Kabupaten Tegal, Kabupaten Brebes, dan Kabupaten Pemalang.

Dr. Burhan Eko Purwnto, M.Hum. selaku Rektor UPS Tegal dalam sambutanya menyampiakan , kerjasama KKN akan dilakukan dengan pemerintah daerah se eks karesidenan pekalongan ini perlu dilakukan mengingat terjadi peningkatan jumlah peserta KKN sebesar 5 persen dari tahun lalu yang berkisar 1120-an mahasiswa.Aplikasinya menggunakan pos daya sakti dilakukan dengan mengakomodasi masyarakat dalam sebuah kelompok. Kemudian mengoptimalkan potensi masyarakat tersebut agar tepat guna dan tepat sasaran sehingga proses produksi dapat meningkat serta mencapai nilai tambah yang disesuaikan dalam menyokong perekonomian dasar maupun kesejahteraan tiap orang di desa itu.“Potensi itu diolah dalam berbagai produk atau jasa tertentu sehingga ada nilai tambah. Sasaran kita tidak hanya potensi Industri, tapi juga perkebunan, perternakan, hingga pariwisata. Kita akan kembangkan program potensi desa, kelompok masyarakat sadar potensi diri, hingga pengembangan ekonomi kreatif di tiap desa,”

Pada pembekalan kali ini Rektor UPS Tegal mengundang Bapak Ono Surono, S.T. selaku komisi IV DPR RI sebagai narasumber. Dikesempatan ini Bapak Ono Surono memaparkan pendidikan memiliki peran strategis dan solusi untuk mengatasi permasalahan bangsa. Salah satunya untuk menghasilkan lulusan yang Pancasilais, dan tidak saja pandai secara kognitif, tapi juga memahami permasalahan bangsa sehingga bisa berkontribusi membangun bangsanya. Proses pembelajaran pada pendidikan tinggi, Pancasila selama ini masuk ke dalam mata kuliah wajib pada program diploma dan sarjana. Hal itu sesuai dengan UU No 20 Tahun 2003 tentang Pendidikan Nasional dan UU No 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi. Pendidikan pancasila merupakan satu aspek penting untuk membangun karakter generasi bangsa. Hampir semua bangsa menempatkan pembangunan pendidikan sebagai prioritas utama dalam Program Pembangunan Nasional. Sumber daya manusia yang bermutu yang merupakan Produk Pendidikan dan merupakan kunci keberhasilan suatu Negara.Oleh sebab itu pendidikan sangat diharuskan sekali karena memberikan peranan yang sangat penting baik itu untuk diri sendiri, orang lain ataupun Negara. Untuk diri sendiri keuntungan yang didapat adalah ilmu, untuk orang lain kita bisa mengajarkan ilmu yang kita ketahui kepada orang yang masih awam dan untuk Negara jika kita pintar maka kita akan mengangkat nama baik Negara kita di dunia internasional.

Pancasila sebagai pedoman pelaksanaan pembaharuan sistem pendidikan memeiliki peranan yang sangat penting yaitu diharapkan mampu mendukung upaya mewujudkan kualitas masyarakat Indonesia yang maju dan mampu menghadapi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Wajib Belajar Sembilan Tahun merupakan implementasi dari pancasila sebagai ideologi negara yang merupakan program bersama antara pemerintah, swasta dan lembaga-lembaga sosial serta masyarakat. Penuntasan Wajib Belajar Sembilan Tahun adalah program nasional. Oleh karena itu, untuk mensukseskan program itu perlu kerjasama yang menyeluruh antara antara pemerintah, swasta dan lembaga-lembaga sosial serta masyarakat,karena program ini sangat baik untuk meningkatkan kesadaran dan tanggung jawab kita semua terhadap masa depan generasi penerus bangsa yang berkualitas serta upaya mencerdaskan kehidupan bangsa

Rate this item
(0 votes)
Published in Berita Kampus

Hot events