PPG UPS TEGAL GELAR PELEPASAN DAN YUDISIUM

Universitas Pancasakti Tegal menggelar acara Pelepasan Yudisium bagi Mahasiswa Program PPG (Pendidikan Profesi Guru) tahun 2019 pada hari rabu 7 agustus 2019, di MKU Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Pancasakti Tegal. Mahasiswa PPG yang mengikuti yudisium berjumlah 20 mahasiswa program studi bahasa ingggris. Acara dihadiri oleh Rektor UPS Tegal, Dekan FKIP , Wakil Dekan I, Wakil Dekan II, Wakil Dekan III, Para Instruktur, serta Pengurus Program PPG Universitas Pancasakti Tegal.
Acara diawali pembacaan Laporan Kepala  program studi  PPG (Dr. Titi Kisrina,M.Pd.) tentang hasil PPG yang dilaksanakan oleh FKIP UPS Tegal sekaligus pembacaan SK Yudisium. Dalam laporannya Koordinator PPG menyampaikan ucapan terimakasih kepada instruktur dan peserta yang telah berusaha maksimal untuk melaksanakan PPG dengan baik.
Selanjutnya kata sambutan oleh Dr. Purwo Susongko, M.Pd. selaku Dekan FKIP UPS Tegal, Beliau mengucapkan terimakasih kepada para pimpinan, dosen, serta orang-orang yang berada di balik layar yang keberadaaannya sangat diapresiasi oleh peserta. Karena atas jasa semuanya kegitan PPG dapat terlaksana dengan baik serta kegiatan pelepasan dan yudisuium mahasiswa peserta PPG dapat terlaksana.
Flashback kepada kegiatan PPG, tentu para peserta baik yang sudah lulus maupun yang dinyatakan belum lulus itu terjadi proses pembelajaran sedemikian rupa yang sudah dikondisikan. Dalam sambutannya dekan FKIP UPS Tegal juga meminta agar peserta memberikan masukan jika ada hal-hal yang harus diperbaiki agar kegiatan PPG selanjutnya menjadi lebih baik lagi. Selanjutnya Dekan FKIP UPS Tegal  juga berpesan kepada alumni PPG, bahwa nanti yang akan diajari oleh alumni adalah murid-murid yang akan hidup pada masa abad 21 atau era industry 4.0 dengan BIGDATA. Tentu kemampuan-kemampuan tentang teknologi informasi sudah dibekalkan selama alumni mengikuti kegiatan PPG, tapi jangan dilupakan juga literasi abad 21. Dulu kita hanya mengenal literasi, menggunakan bahasa secara efektip ( Membaca, menulis),  tetapi literasi abad 21 lebih luas lagi daripada itu. Ciri-ciri leterasi abad 21 ada banyak, diantaranya kemampuan berpikir kritis, berpikir kreatif, kemampuan menemukan discovery inquiry, kemampuan memecahkan masalah, kemampuan mengatasi perbedaan, kemampuan menggagas ide-ide baru dan menggunakan teknologi sebagai alat bantu, dan mengakui belajar itu sepanjang hayat. Kita sudah mulai saat ini, siapapun itu (mahasiswa, guru, dosen, termasuk bapak-bapak Pembina yang harus selalu meriset dan membuat produk sebagai persyaratannya untuk profesinya). Literasi Abad 21, siapa yang akan mengalaminya, itu adalah murid-murid dan gurunya, termasuk dosen dan mahasiswanya. Literasi Abad 21 mengalami perluasan, didefinisikan ulang sehingga lebih komplek. Pertanyaannya bagaima pembelajaran bisa menggamit kesebelas ciri pembelajaran literasi abad 21 tadi. Sering diungkapkan, sering dirancang, dilaksanakan, dinilai tentang pemecahan masalah di kelas.  Tanpa menghilangkan juga local wisdom, karena kalau bukan oleh kita, oleh siapa lagi kearipan local itu mau dipelihara, peliharalah budaya kita. Saya yakin kalau budaya itu merasuk kepada murid-murid kita, kepada kita, orang lain akan susah menyingkirkan kita di tempat kita. Tapi ketika kita kehilangan jatidiri , budaya kita tidak dikuatkan yang menapak pada tanah air kita, mudah sekali kita untuk disingkirkan. Oleh karena itu dalam pembelajaran pun, tolong misi pasundan (local wisdom budaya sunda) di insert ke dalam RPP supaya budaya kita tetap ada sepanjang masa kita.
Pesan selanjutnya adalah agar alumni PPG melengkapi kompetensi kemampuan bahasa inggris, karena saat ini sudah mulai terlihat fenomena sekolah yang mendatangkan guru dari luar negeri untuk mengajarkan bahasa Inggris agar kemampuan bahasa Inggris alumninya bagus. Oleh karena itu, bagi alumni PPG yang belum bertugas sepenuhnya di sekolah, lengkapi dengan kemampuan bahasa inggris, siapa tahu itu akan sangat penting menjadi bahan kompetensi untuk alumni PPG. Seorang Guru harus berpikir mengenai bagaimana muridnya berpikir, bagaimana working memori bekerja pada kepala murid-muridnya.
Dr. Burhan Eko Purwanto, M.Hum selaku Rektor UPS Tegal menyampaikan sambutan dan melepas Mahasiswa PPG Selamat kepada peserta yang sudah dinyatakan lulus yang didapat dengan tidak mudah, syukuri, bersujudlah dan bersyukurlah karena ini perjuangan panjang dan persaingan begitu hebat. Berapa banyak orang yang ingin PPG yang belum terlaksana, dan tentu saja itu adalah upaya pemerintah yang menyebabkan pendidikan bisa lebih baik.
Selamat melaksanakan tugas, mudah-mudah harapan-harapan dari pemerintah, dengan hadirnya anda sebagai pengganti guru-guru yang akan pensiun, pendidikan Indonesia dapat menunjukan kehebatannya. Sehingga, bahwa SDM ini sebagai anugrah menjadi sebuah kenyataan. Selamat berjuang, berjuang membangun masa depan yang penuh harapan, selamat membangun pendidikan yang kekinian yang abad 21 yang era industry 4.0, selamat menegakan kehormatan pendidikan di negara kita. Semoga Allah S.W.T selalu menambahkan ilmu dan bisa menerapkan ilmu yang telah dimiliki “In Syaa Allah

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.