Kedungwungu - (1/09/2024)
Energi Baru dan Terbarukan (EBT) merupakan sumber energi yang dihasilkan dari
proses alami yang berkelanjutan dan tidak akan habis meskipun digunakan secara
terus-menerus. Energi ini termasuk dalam kategori energi yang lebih ramah
lingkungan dibandingkan dengan energi fosil, karena menghasilkan emisi gas
rumah kaca yang jauh lebih rendah atau bahkan nol. Penggunaan EBT sebagai
sumber energi yang lebih efisien dan ramah lingkungan kini menjadi sorotan.
Salah satu upaya
dalam memanfaatkan EBT adalah dengan penerangan menggunakan panel surya. Sel
surya merupakan perangkat yang mengubah energi matahari menjadi energi listrik.
Sel surya digunakan untuk menangkap sinar matahari dan mengonversinya menjadi
energi listrik yang kemudian digunakan untuk menghidupkan lampu.
Penggunaan sel
surya untuk penerangan sangat efisien dan ramah lingkungan karena tidak
memerlukan tenaga listrik. Oleh karenanya, hal ini sangat berguna di daerah
yang tidak terjangkau jaringan listrik konvensional. Program ini menjadi salah
satu progam unggulan dalam Kuliah Kerja Nyata (KKN) Bina Desa Sakti Universitas
Pancasakti Tegal 2024 yang bertempat di Desa Kedungwungu Kecamatan Jatinegara,
Kabupaten Tegal.
Berdasarkan hasil
inovasi dari mahasiswa KKN Universitas Pancasakti Tegal, Khoerul Fitrianto
selaku Penanggung Jawab Pilar Lingkungan dalam sosialisasi ini memperkenalkan
lampu penerangan berbasis panel surya kepada para masyarakat Desa Kedungwungu.
Minimnya pengetahuan tentang EBT khususnya energi surya, sosialisasi yang
disampaikan oleh Khoerul mendapat respons positif oleh masyarakat.
"Penggunaan
lampu penerangan berbasis panel surya memiliki berbagai manfaat seperti ramah
lingkungan, penghematan biaya energi, pemeliharaan mudah dan awet serta
penyediaan energi di perkebunan yang tidak memiliki penerangan," ujarnya.
Selain
menjelaskan tentang EBT Tenaga Surya, lampu yang menggunakan tenaga surya juga
telah dilengkapi dengan sensor gerak yang dapat mendeteksi gerakan. Dengan
demikian, lampu menyala otomatis pada malam hari dan mati saat siang hari,
sehingga penggunaan energi menjadi lebih efisien.
Dirinya juga
menjelaskan bahwa pemasangan lampu panel surya ini bertujuan untuk menerangi
area perkebunan di Desa Kedungwungu. "Daerah perkebunan serta sawah
cenderung gelap pada malam hari, sehingga dengan adanya lampu panel surya
diharapkan dapat membantu warga ketika pergi ke kebun di malam hari,"
tandasnya.
Mahasiswa KKN
Bina Desa Sakti Universitas Pancasakti Tegal berharap dengan adanya kegiatan
ini dapat membantu masyarakat di Desa Kedungwungu tentang pentingnya
pemanfaatan energi terbarukan serta menjadi peluang bisnis karena pembuatan dan
perawatan lampu surya panel yang mudah.
Program kerja KKN
ini tidak hanya memberikan pengetahuan baru, tetapi juga berkontribusi nyata
dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui solusi energi yang
berkelanjutan. Semoga inisiatif ini menjadi langkah awal menuju kesadaran yang
lebih luas akan pentingnya pemanfaatan energi ramah lingkungan. (KKN UPS TEGAL)