Universitas Pancasakti Tegal (UPS) melaksanakan
acara penarikan secara resmi peserta Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN T)
Program Bina Sakti (BDS) MBKM yang
ditempatkan di beberapa desa di wilayah Kecamatan Wadaslintang, Kabupaten
Wonosobo.
Kegiatan ini berlangsung di lapangan Desa
Ngalian Kecamatan Wadaslintang Wonosobo. Kegiatan ini di hadiri oleh para Kepala
Desa, Sekertaris Camat Wadaslintang, DANRAMIL, , Ka LPPM UPS Tofik Hidayat M.Eng , Dosen
Pembimbing Lapangan,
panitia, dan mahasiswa peserta KKN.
Proses penarikan ini menjadi penutup bagi
mahasiswa yang telah melaksanakan kegiatan KKN selama 60 hari. Setelah
penarikan, dilanjutkan dengan kegiatan expo UMKM dan Lomba Voli Cup yang
dimulai pukul 09.30.
Sekertaris Camat Wadaslintang Ibu Cecilia melaporkan
bahwa mahasiswa UPS selama KKN di Wadaslintang, sukses dan sangat berkesan di
hati masyarakat serta dapat bersinergi dan berkolaborasi dengan masyarakat setempat untuk
berbagai kegiatan. Mahasiswa juga menciptakan berbagai program kerja yang sangat
membantu masyarakat terutama UMKM
Beliau menyoroti banyaknya program dan inisiatif
mahasiswa yang memberikan manfaat bagi masyarakat. juga mengapresiasi
kontribusi mahasiswa yang berdampak ekonomi, seperti program pelatihan ecoprint,
ecobric, paving block dengan pemanfaatatan Limbah Plastik, dan produksi yang lain dari bahan daur ulang
yang berkesan dan sangat berdampak positif bagi masyarakat
Ka LPPM UPS Tofik Hidayat M.Eng menyampaikan ”Mahasiswa
Program bina desa sakti KKN T 2024 UPS TEGAL telah selesai melakukan sinergi
bersama masyarakat memberdayakan dan membangun desa bersama. Program terakhir
yaitu mencari bibit biti potensial desa di canang olah raga dengan mengadakan
KKN cup 2024 ”ungkapnya
Kepala Desa Ngaliyan Bapak Warsono dalam
sambutannya juga menambahkan, terima kasih kepada UPS atas kontribusi dalam
memberdayakan masyarakat melalui kegiatan KKN.
Kegiatan expo setelah penarikan menampilkan
stand dari setiap desa yang menjadi lokasi KKN. Mahasiswa memamerkan hasil
inovasi, mulai dari makanan hingga produk kerajinan, termasuk makanan khas dan
produk lokal desa.